BENTUK-BENTUK KESYIRIKAN

Mayoritas masyarakat Indonesia memang beragama Islam. Namun banyak juga kemusyrikan yang terjadi di negeri ini. Bahkan pelakunya kebanyakan orang Islam itu sendiri. Contohnya di Solo ada seekor”Kyai Slamet” kerbau
yang diyakini dapat memberi manfaat dan madharat. Di Pantai Selatan P. Jawa terdapat kesyirikan berkaitan dengan Nyi Roro Kidul. Dan masih banyak lagi kesyirikan di negeri ini yang dilakukan baik secara individu maupun berjamaah. Padahal Syirik merupakan dosa yang paling besar. Dan Allah tidak akan mengampuni pelakunya jika sampai meniggal. Tidak bertaubat. Allah berfirman:
(An-Nisa:48)
Bahkan syurga haram bagi orang yang mensyirikkan Allah. Sebagaimana firman Allah :
(Al-Maidah:72)
Syirik adalah meninggalkan peribadahan kepada selain Allah, seperti berdoa kepada selain Allah, bertaqarub (mendekatkan diri) kepadanya dengan kurban (sesaji) untuk selain Allah baik berupa kuburan, tempat keramat, syetan, dsb. Termasuk juga meyakini jin, syetan dan orang yang sudah meninggal dapat member manfaat dan madharat. Juga syirik besar mengharapkan sesuatu kepada selain Allah, dan tidak ada kuasa melakukannya delain Allah, seperti meminta kesembuhan, kelancaran rezeki kepada selain Allahdan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Syirik mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menjadikan pelakunya kekal di dalam neraka apabila sampai meninggal tidak bertaubat kepada Allah. Allah berfirman:
(Yunus:10)
Syirik ada empat macam :
1. Syirik dalam berdoa
Yaitu berdoa kepada selain Allah. Seperti kepada kuburan para wali, berdoa kepad syetan,dsb. Allah berfirman:
(Al-Ankabut:65)
2. Syirik dalam niat, Keinginan atau Tujuan
Yaitui menjadikan tujuan ibadahnya kepada selain Allah. Seperti beribadah dengan tujuan ingin dipuji atau mendapat penghargaan. Jadi yang menjadi tujuan ibadahnya bukan Allah melainkan kenikmatan dunai. Maka yang demikian itu termasuk syirik besar. Allah berfirman:
(Hud:15-16)
3. Syirik dalam ketaatan
Yaitu menaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah. Allah berfirman:
(At-Taubah:31)
Ketika salah seorang sahabat yang bernama Adiy bin Hatim mendengar ayat ini , dia berkata, “Wahai Rosulullah , Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka(ulama dan rahib-rahib)”. Maka Rosululah bertanya: “Bukankah mereka(ulama dan rahib-rahib) itu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kemudian kalian mengharamkannya. Dan mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah kemudian kalian juga menghalalkannya?” Dia menjawab, “Ya, Benar.”Beliau bersabda: “Itu bentuk ibadah kepada mereka(ulama dan rahib-rahib) itu”(HR. AL-Bukhari da;lam Al-Kabir)
4. Syirik dalam Mahabbah(Kecintaan)
Yaitu mencitai sesuatu selain Allah sebagaimana meraka mencintai Allah. Seperti mencintai anak, istri, kerabat melebihi cintanya kepada Allah. Allah berfirman :
(Al-Baqoroh:165)
Demikian syirik merupakan dosa yang paling besar . Pelakunya tidak akan diampuni Allah jiak ia meninggal tidak bertaubat kepada-Nya. Dan ternyata syirik tidak hanya menyambah patung semata, namun banyak perbuatan syirik seperti berdoa kepada selain ALLAH, menunjukkan ibadah kepada selain ALLAH,ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah dan syirik berkaitan dengan kecintaan.

DIKUTIP DARI: buku paduan kultum ramadahan by Nizar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s