PETA MENUJU SURGA

Assalamu’alaykum warahmatullohi ta’ala wabarakatuhu

RESUME

Permata @ masjid ………, Majasto, Tawangsari, Sukoharjo. Oleh : Ust. Muhammad Hamzah

Muqaddimah

Suatu halaqah atau majelis dikatakan baik jika :

Yang dibicarakan tentang Islam.

Misalnya : Perkembangan Islam, adanya aliran-aliran baru yang tidak sesuai dengan Islam, bid’ah-bid’ah yang bermunculan, dll.

Yang dibicarakan tentang Al-Qur’an.

Seperti muraja’ah ( mengingat ) hafalan kita baik hafalan Al-Qur’an maupun hafalan Hadits-Hadits.

Yang dibicarakan tentang Hadits / Sunnah.

Misalnya : berdiskusi tentang masalah-masalah aqidah, akhlaq, ibadah, maupun fiqh selama tidak memperdebatkan khilafiah.

Macam-macam nikmat:

Nikmat umum, yaitu nikmat Alloh yang diberikan kepada seluruh makhluk-Nya. Seperti nikmat sehat, nikmat kaya, nikmat senang, bahagia ( yang bersifat duniawi saja ).

Nikmat khusus, yaitu nikmat yang Alloh diberikan kepada orang-orang yang beriman  kepada-Nya saja. Seperti nikmat Dienul Islam. Nikmat ini hanya diberikan kepada para mu’minin saja karena Alloh telah pahamkan kepada mereka sebagai imbalan atas kesabaran dan keimanan mereka.

Semua nikmat baik umum maupun khusus, kelak pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

“ PETA MENUJU SURGA “


Seperti yang tampak pada diagram diatas bahwa Surga adalah sesuatu yang diinginkan sebagian besar manusia, sesuatu yang diletakkan paling tinggi pada agenda cita-citanya. Akan tetapi sayangnya manusia hanya menjadikannya cita-cita saja tanpa usaha untuk meraihnya. Ibarat orang yang ingin kaya tapi malas bekerja, atau ingin pintar tapi malas belajar. Kalau demikian adanya bagaimana manusia itu dapat meraih cita-citanya…?

Nah, untuk mencapai surga tersebut dibutuhkan syarat :

Penghuni Surga adalah Muttaqien yaitu orang-orang yang menjalankan semua perintah Alloh Subhanahu Wata’ala dan menjauhi semua larangan-Nya.

Thalabul ‘ilmi ( menuntut ilmu ).

Seperti yang terdapat pada Q.S. Al-Mujadilah @ 11 yang artinya “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Atau berdasarkan sabda Rasululloh Shalallohu ‘alaihi Wassalam, “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wal muslimatin” yang artinya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki ( muslimin ) maupun perempuan (muslimah).

Menuntut ilmu adalah salah satu jalan menuju surga Allah Ta’ala, karena dengan ilmu tampaklah perbedaan antara yang beriman dan yang tidak, yang bertaqwa dan tidak, yang pintar atau bodoh, yang kaya atau miskin. Hal tersebut dapat dianalogikan seperti tukang batu dan dokter. Tukang batu tugasnya mengambil batu dari sungai, sedangkan dokter tugasnya mengambil batu dari ginjal manusia. Terlihat sama-sama mengambil batu bukan, akan tetapi mengapa gaji tukang batu dan dokter berbeda? Yap, itu karena kadar ilmu yang mereka miliki.

Dan menuntut ilmu din berbeda dengan menuntut ilmu duniawi. Menuntut ilmu din diperlukan kebenaran berdasarkan Qur’an dan Sunnah. Jaman sekarang banyak sekali aliran-aliran yang memfatwa bahwa kelompoknya telah beramal menurut Qur’an dan Sunnah akan tetapi dalam kenyataannya amalannya sangat berbeda dengan apa yang diamalkan Rasululloh.

Bagaimana kita tahu apa saja amalan Rasululloh? Kita tahu dari hadits-hadits para Shalafush Sholih. Siapakah Shalafush Sholih itu? Yaitu para shahabat, Thabi’in ( murid para shahabat ), dan Thabi’ut Thabi’in ( Murid para Thabi’in ). “Khairunnaasi tsummalladziina yaluunahum tsummalladziina yalunahum”~> sebaik-baik manusia adalah generasiku (generasi Rasululloh adalah para shahabat ), kemudian yangsetelah mereka ( Thabi’in ), kemudian yang setelah mereka ( Thabi’ut Thabi’in )

Mengamalkan ilmu dengan ikhlas.

“Sebaik-baik orang adalah orang yang mau mempelajari, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an.” Setelah menuntut ilmu, hendaknya manusia mengamalkannya karena amal adalah buah dari ilmu “Orang yang beramal tanpa ilmu maka ia menyerupai nashara’ dan orang yang berilmu tanpa amal, maka ia menyerupai Yahudi.”

Mengamalkan ilmu hendaknya disertai keikhlasan karena amalan tanpa keikhlasan adalah sia-sia.

Wassalamu’alaykum, warahmatullohi ta’ala wabarakatuhu

update by: tsalatsa03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s